Brosur SIAKAD biasanya menampilkan puluhan fitur. Di STIKes dan akademi kesehatan, hanya sebagian yang dipakai setiap hari. Artikel ini merinci fitur yang paling sering dipakai oleh bagian akademik, prodi, dosen, dan mahasiswa, supaya Anda bisa menilai vendor dari hal yang benar-benar menentukan.
Kenapa kampus kesehatan punya kebutuhan sendiri
Prodi kesehatan umumnya punya kurikulum yang padat, kegiatan praktik di luar kampus, dan tuntutan pelaporan serta akreditasi yang ketat. Sistem akademik yang hanya mengurus KRS dan nilai sering terasa kurang. Yang dicari biasanya satu aplikasi yang menghubungkan kurikulum, perkuliahan, kegiatan lapangan, dan pelaporan.
Fitur inti yang dipakai setiap semester
1. KRS yang bisa diisi mahasiswa sendiri
Mahasiswa menyusun draf, mengajukan, lalu dosen wali menyetujui atau menolak. Batas SKS mengikuti IPS semester terakhir, sehingga staf tidak perlu mengecek satu per satu. Hal yang patut ditanyakan ke vendor: apakah kuota kelas ikut dicek, dan bagaimana kalau mahasiswa mengubah KRS setelah disetujui.
2. Jadwal kuliah dan ujian
Jadwal yang dibuat manual di spreadsheet sering bentrok, terutama bila dosen mengajar di beberapa prodi. Pembuatan jadwal otomatis dari skeleton mata kuliah mempercepat pekerjaan, dan jadwal ujian perlu terhubung dengan data peserta.
3. Nilai, KHS, dan transkrip
Dosen menginput nilai secara online, lalu KHS dan transkrip tercetak dengan QR verifikasi. Untuk prodi kesehatan, perhatikan apakah komponen nilai bisa diatur per mata kuliah dan apakah ada monitor yang menunjukkan dosen mana yang belum menginput nilai.
4. Kurikulum berbasis capaian (OBE)
Banyak prodi kesehatan sudah memakai CPL dan CPMK. Pastikan sistemnya menyimpan pemetaan CPL ke mata kuliah dan mendukung RPS, portofolio, dan SKPI, bukan hanya kolom nilai akhir. Pembahasan lengkap ada di artikel kurikulum OBE di prodi kesehatan.
5. Tugas akhir, praktik, dan kegiatan lapangan
Skripsi atau karya tulis ilmiah, praktik kerja lapangan, dan KKN perlu pencatatan pembimbing, tahapan, dan penilaian. Ini dibahas di artikel praktik klinik dan tugas akhir.
6. Yudisium dan wisuda
Rekap kelulusan, cetak dokumen, dan data wisuda yang rapi mengurangi kerja lembur menjelang akhir semester.
Fitur penunjang yang sering menentukan
- Pelaporan PDDikti. Data mengalir ke Feeder dari aplikasi yang sama, tanpa input ganda. Lihat checklist pelaporan PDDikti.
- Penerimaan mahasiswa baru. Pendaftaran online yang tersambung ke SIAKAD, sehingga data pendaftar tidak diketik ulang.
- Keuangan. Tagihan UKT, pembayaran lewat Virtual Account, dan registrasi ulang yang terhubung dengan status akademik.
- Layanan mobile. Absensi berbasis lokasi, KTM digital, dan input nilai dari ponsel.
Cara menilai vendor dengan cepat
- Tulis lima proses yang paling sering bermasalah di kampus Anda (misalnya KRS, jadwal, input nilai, PDDikti, tugas akhir).
- Minta vendor mendemokan kelima proses itu dengan data yang mirip kampus Anda.
- Minta daftar fitur yang termasuk dalam harga dan yang dihitung terpisah.
- Tanyakan siapa yang menangani perubahan aturan pelaporan.
Tentang kami. Situs ini dikelola oleh tim Sisfo Akademik, pengembang SIAKAD. Fitur di atas bisa dilihat di halaman fitur, dan tarif cloud mulai Rp2 juta per bulan ada di halaman harga.
Satu hari di kampus: siapa memakai apa
| Peran | Yang dikerjakan di SIAKAD |
|---|---|
| Mahasiswa | Menyusun KRS, melihat jadwal dan nilai, mengunduh KHS, absen dan KTM digital dari ponsel |
| Dosen | Melihat jadwal mengajar, mengisi nilai per komponen, menyetujui KRS bimbingan akademik |
| Staf prodi | Mengelola kurikulum dan kelas, memantau kelengkapan nilai, mengatur pembimbing tugas akhir |
| BAAK | Mengatur tahun akademik, jadwal ujian, yudisium, wisuda, dan pelaporan PDDikti |
| Keuangan | Membuat tagihan UKT, memantau pembayaran, membuka akses KRS bagi yang sudah registrasi |
Ketika semua peran memakai satu sistem, perubahan data di satu tempat langsung terlihat di tempat lain. Itu yang membedakan SIAKAD terpadu dengan beberapa aplikasi terpisah yang harus disinkronkan dengan tangan.
Berapa kira-kira biayanya
Sebagai gambaran, tarif langganan cloud Sisfo Akademik mengikuti jumlah mahasiswa aktif menurut data PDDikti:
| Mahasiswa aktif | Per bulan |
|---|---|
| Sampai 500 | Rp2 juta |
| 501–1.000 | Rp3 juta |
| 1.001–2.000 | Rp5 juta |
| 2.001–4.000 | Rp8 juta |
Pembayaran tahunan mendapat gratis 2 bulan. Untuk perbandingan dengan model beli putus dan bikin sendiri, lihat penjelasan di artikel harga SIAKAD.
Kesalahan yang sering terjadi saat memilih
- Memilih dari daftar fitur, bukan dari alur kerja. Fitur yang tidak terhubung ke proses kampus akhirnya tidak dipakai.
- Lupa menghitung migrasi data. Data mahasiswa, nilai, dan KRS lama harus dipindahkan. Tanyakan apakah ini termasuk dalam biaya.
- Tidak melibatkan dosen. Dosen yang menginput nilai dan menyetujui KRS adalah pengguna terbanyak. Ajak beberapa dosen ikut demo.
- Mengabaikan pelaporan. Sistem yang bagus di kelas tetapi sulit ke Feeder akan menambah pekerjaan BAAK.